Kamis, 29 Agustus 2013

Aku Benci Kamu!

Diposting oleh Unknown di 00.10 0 komentar


Atas nama luka, aku menulis ini.
Atas dasar tahu diri, aku akan berhenti mengagumimu.

Sudah kukatakan pada hatiku untuk tak mengagumimu.
Sudah pula kujelaskan pada pikiranku untuk berhenti berangan-angan.
Namun aku tetap tak mau beranjak pergi dari rasaku.
Rasa yang sudah jelas-jelas tak mendapat balasan darimu.
Bodoh! iya aku bodoh.
Seharusnya aku tak selancang ini menjatuhkan hati pada sosok sesempurna kamu.

Kamu yang ternyata tak punya hati, setega itu membiarkanku bergulat sendirian dengan luka ini.
Aku benci! Aku benci! Aku benci kamu!

Aku sudah lelah menjadi pengagum rahasiamu.
Aku juga sudah lelah mengagumi sendirian.
Aku lelah tak mendapat balasan apapun darimu.
Aku lelah.. aku lelah!

Mungkin aku dan kamu memang tak diijinkan oleh Semesta untuk  berjalan pada satu garis takdir yang sama.
Atau mungkin bukan Semesta yang tak mengijinkan, tapi kamulah yang memang tak mau berjalan bersamaku.

Maaf atas segala rasa yang pernah kusimpan untukmu.
Maaf karena aku tak bisa dengan mudah menghapus sosok ‘’kamu’’ dari duniaku.
Dan maaf karena untuk sekedar tahu diripun aku tak bisa.

Jumat, 09 Agustus 2013

L.O.V.E

Diposting oleh Unknown di 05.13 0 komentar
     L.O.V.E


Aku tak pernah tahu apa itu Cinta, seperti apa wujudnya dan sedalam apa ia bisa membuatku terjatuh.

Sampai akhirnya kamu datang dan mengajariku semuanya.

 C.I.N.T.A ? aku juga tak begitu tahu apa definisi dari 5 huruf itu. tetapi hanya dengan merasakan, aku sudah cukup mengerti.

 kamu mengajariku bagaimana mencintai seseorang. namun tak beberapa lama setelah itu, kamu dengan tega memperkenalkan aku pada rasa sakit.

 Sakit yang bahkan tak pernah kuketahui bagaimana cara untuk mengobatinya.

Tetapi aku yakin, cinta tak akan pernah jauh dari kata ‘’Bahagia’’.

Tanpa cinta, bahagia tak pernah sesempurna binar matamu.

 dan tanpa bahagia, Cinta tak bisa seindah saat kamu tersenyum.

Hanya perlu menunggu. Iya! hanya perlu menunggu waktu.









Rabu, 31 Juli 2013

From Your Secret Admirer

Diposting oleh Unknown di 06.54 0 komentar


            Aku mengamati betul bagaimana kamu tersenyum. Garis bibir itu melengkung membentuk  sebuah senyuman yang nyaris sempurna. Aku bahkan enggan memalingkan  pandanganku ke arah lain. Hahaha. Dan karena keenggananku itulah, aku terjebak di dunia ‘’Secret Admirer ini’’. dunia yang sampai saat ini belum kutemukan jalan untuk keluar.
            Entah dari mana kudapati rasa ini. asal kamu tahu! aku tak pernah sekalipun menginginkannya. Aku hanya tak bisa menolak. Aku juga tak bisa memungkiri bahwa aku mengangumimu lebih dari yang seharusnya.
            Aku tahu diri. Akupun sadar diri. Aku bukan siapa-siapa dan tak pernah tahu kapan akan menjadi siapa-siapa. Bisa melihatmu dari jauhpun, sudah cukup membuatku tersenyum. haha terlalu bodoh bukan? Sudah berkali-kali aku mencoba membebaskan diri dari semuanya. tapi kamu terus dan terus saja membuatku tak bisa berkutik.
            seandainya kamu tahu seberapa bahagianya aku menjadi pengagum rahasiamu... seandainya.. seandainya dan selalu saja seandainya!
             
            Jika dunia memiliki 7 keajaiban,  maka bagiku hanya ada 1 keajaiban. KAMU!

Aku bersyukur karena Tuhan telah menciptakan kamu ke dunia. Aku juga bersyukur karena bisa mengenalmu meski hanya sebatas ini.
Jika kata mereka pelangi itu indah, maka dengan lantang aku akan mengatakan bahwa senyumanmu jauh lebih indah. kamu tahu?  hanya dengan satu kali kamu tersenyum, maka tanpa kamu sadari ... kamu telah menyalurkan seribu energi untuk diriku. Konyol memang. Tapi itulah yang terjadi pada secret admirer sepertiku. heheh

lagi dan lagi. Aku harap kamu membaca ini. lalu dengan senang hati mau mengirim sebuah pesan singkat untukku. hahaha atau jika memang kamu tak menginginkan keberadaanku, setidaknya bantu aku melupakanmu.
           

Jumat, 21 Juni 2013

Kamu

Diposting oleh Unknown di 22.22 2 komentar


Tersenyumlah. Karena senyumanmu adalah hal terindah yang pernah kutemui. Mungkin kamu tak pernah sadar bahwa aku memiliki rasa sebrutal ini. Mungkin kamu juga tak pernah tahu bahwa aku bisa senekad ini menyelipkan dirimu ke dalam duniaku. Aku tak memaksamu untuk tahu perasaanku. Aku hanya berharap kamu tahu. Hanya berharap.

Kadang aku berpikir, kenapa kamu bisa sesempurna itu? Aku mengagumimu. Iya! aku mengagumimu lebih dari yang seharusnya. Aku menyembunyikan dengan baik seluruh rasaku. Tak akan kubiarkan siapapun mengusiknya. Sekalipun itu adalah kamu. Ijinkan aku untuk terus dan terus menjadi pengagum rahasiamu. Kamu tak perlu khawatir. Aku tak akan memaksamu membalas rasaku. 

Aku bahagia hidup di duniaku. Bersembunyi di zona nyamanku dan memotret segala tingkahmu dengan kedua mataku. Aku tak pernah menyesal mempunyai rasa sebrutal dan sedalam ini. Aku juga tak pernah menyesal bisa mengenal orang sesempurna kamu. Karena mengenalmu bukanlah suatu hal yang perlu kusesali.

Hohh...Lagi lagi aku hanya bisa berharap kamu membaca ini. Karena hanya dengan harapan itu, aku akan terus menulis. Menulis kesempurnaan Tuhan yang telah membuatku sejatuh cinta ini. KAMU. iya! KAMU. Aku akan menulis segalanya yang ada pada dirimu. Segalanya.

Kamis, 20 Juni 2013

Diam di Dalam Diamku

Diposting oleh Unknown di 23.12 1 komentar



Dalam diam, aku menunggumu.
Dalam diam, aku mengagumimu.
Dan dalam diam, jiwaku bersamamu.
Kamu selalu ada di dalam diamku.

Entah sudah berapa puluh sayat luka yang kudapati darimu. Entah sudah berapa puluh tusukan yang menancap mengenai jantungku. Aku tak tahu dan tak pernah ingin tahu. Kamulah satu-satunya alasanku untuk bergumul dengan rasa sakit. Aku bahkan tak bisa menghitung sudah berapa lama aku bertahan di dalam kepedihan ini.
Detik demi detik berlalu.Waktu berjalan sedemikian cepatnya tanpa memperbolehkanku untuk berhenti sejenak. hohh..Sebrutal itukah waktu? entahlah. Kamu selalu saja merebut paksa kesadaranku. Dulu...kukira rasa ini akan menghilang dengan sendirinya tanpa perlu kupaksa untuk pergi. Ternyata dugaanku salah. Cintaku semakin membabi buta. Kamu selalu saja berhasil mengambil alih duniaku dan merampok paksa seluruh rasaku. Aku tak bisa berhenti mencintaimu. Ahh bukan! Lebih tepatnya aku tak tahu bagaimana caranya untuk berhenti mencintaimu.  aku harap kamu membaca ini lalu dengan senang hati mau mengajariku untuk melupakanmu.
 Seandainya kamu tahu seberapa dalam aku menjatuhkan hati, mungkin kamu tak akan membiarkanku bergelut sendirian dengan rasa sakit ini. Seandainya kamu dengar sudah berapa puluh kali kurapalkan kalimat ‘’Aku mencintaimu.’’ Mungkin kamu tak akan setega itu mengabaikan keberadaanku. Hey! Aku cemburu saat melihatmu tersenyum bukan denganku. Tapi aku juga tak bisa selancang itu manyusup masuk ke dalam duniamu. aku terlalu pengecut. mungkin memang sudah seharusnya seperti ini. Aku yang salah karena terus bersembunyi dibalik topengku. Aku yang salah karena tak membiarkanmu tahu.aku salah. Iya! semua ini memang salahku.
   Mata ini selalu merekam bagaimana kamu tersenyum.  Telinga ini selalu mendengar bagaimana suaramu menyelusup masuk ke dalam kalbuku, dan Otak ini tak henti-hentinya memikirkanmu. Kamu telah mengambil alih sistem kerja otakku. membius seluruh kesadaranku. Dan melumpuhkan semua rasaku.

 Maaf karena aku telah sejatuh cinta ini. maaf karena aku telah lancang menyematkan namamu di dasar hatiku. sejujurnya, aku lelah. Akupun jengah dengan semuanya. kamu tak pernah mengakui keberadaanku. Tak sekalipun!  Ahh aku yang terlalu bodoh. bodoh karena aku mencintai seseorang sesempurna kamu.
                Aku harap kamu membaca ini..

 

Dear you.. Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review